Kamis, 06 November 2008

PELUANG USAHA LOBSTER AIR TAWAR





Bila Anda sudah bosen dengan budidaya jenis ikan-ikanan darat, mungkin cobalah budidaya yang satu ini. Sering salah kaprah kalau jenis binatang ini hanya hidup di lautan, ternyata ada pula yang hidup di perairan darat. Nah, dari sekian banyak jenis lobster air tawar yang ada, yang paling layak dan mudah untuk dibudidayakan adalah yang berjenis cherax quadricarinatus atau biasa disebut red claw. Selain dagingnya cukup banyak (dan lezat tentunya), juga mudah dalam pemeliharaannya. Bahkan gizi yang dikandung si lobster ini lebih baik dan non kolesterol.
Unsur mudah dalam pemeliharaan ini sangat penting ditekankan, mengingat tidak hanya berkaitan dengan biaya operasional yang harus reasonable, tapi juga masalah fleksibilitas tempat pengembangbiakan. Bagi yang punya keterbatasan lahan, budidaya lobster ini bisa juga dilakukan di bak-bak artifisial semacam wadding pool anak-anak, box stereofom, hingga talang air.
Secara umum, budidaya lobster air tawar (kita singkat aja dengan LAT) dibagi dalam dua jenis, yaitu pembibitan dan pembesaran. Kalau pembibitan lebih mengarah kepada produksi bibit yang dijual untuk pembesaran, sedangkan pembesaran lebih mengarah kepada usaha pembesaran bibit-bibit LAT hingga pada ukuran yang dianggap layak untuk dikonsumsi. Namun bisa pula antara proses pembibitan dan pembesaran dijadikan satu.
Modal awalnya adalah Anda harus memiliki beberapa sepasang indukan. Dengan memiliki indukan yang sehat dan memenuhi protap (prosedur tetap), proses pembibitan akan lebih baik. Meski terkesan mudah dalam proses beternak LAT, namun saya sarankan untuk mengikuti pelatihan beternak hewan cantik ini. Selain bisa langsung paham dengan praktek, biasanya bisa berguru langsung kepada peternak yang sudah mapan. Bintaro Fish Center yang dimiliki oleh Ir. CunCun Setiawan merupakan salah satu tempat latihan beternak LAT yang layak direkomendasikan.
Masalah harga pasar, sebenarnya cukup menjanjikan. Namun karena pangsa pasarnya masih belum mature, maka seringkali harga pasar tidak bisa dijadikan patokan. Tapi secara ekonomis budidaya ini cukup menjanjikan. Permintaan atas LAT ini tiap tahun semakin meningkat, terutama untuk daerah Jabodetabek dan pangsa pasar ekspor. Untuk lebih jelasnya, bisa Anda lihat di http://www.lobsterairtawar.com/ atau http://www.lobsterkingsfarm.com/. Lebih enaknya lagi tinggal Anda buka google dan ketikkan lobster air tawar.

Peluang Bisnis Lobster Air Tawar

Salam

BAGI YANG BERMINAT DGN PELUANG BISNIS LOBSTER AIR TAWAR
Menyediakan Lobster dan mengajak menjalin kerjasama.
Menyediakan Lobster Air Tawar dengan berbagai Ukuran (Hasil Pembesaran sendiri) :

v 1" Rp 1500/ekor
v 4" Rp 300rb/set
v 5" Rp 500rb/set
v 3,5" Rp 225rb/set
v 3" Rp175rb/set

Hubungi Bpk Kaharuddin 081342663856 atau 085696817723


Salam sukses . . .

PELUANG USAHA: Lobster Air Tawar Peluang usaha yang satu ini masih memiliki peluang pasar yang sangat luas.Pada saat ini dirasakan peternak Lobster Air Tawar (LAT) cukup kerepotandalam memenuhi permintaan pasar, baik itu untuk restoran maupunpabrik-pabrik pengalengan makanan olahan.Ada beberapa jenis usaha yang dapat digeluti oleh pengusaha/peternak LATini.Seperti usaha pembenihan, penyediaan indukan , dan pembesaran LAT.Lobster ini sementara ini dipasarkan dengan harga sekitar Rp. 250.000 perkilogramdengan ukuran 6"-8". Tentu saja sesudah jadi masakan harganya berlipatdua/tiga.Untuk pembenihan, LAT ukuran 2" dari perternak rata-rata dijual antara Rp.2000-3000/ekor tergantung kuantitas pembelian dan kualitas dari benih.tertarik untuk terjun ke bidang usaha ini? Untuk mempelajari lebih jauh,anda bisa bergabung dengan komunitas LAT Sidrap di www.bisnislatsidrap.blogspot.com


Jalan Tol Cetak Lobster Konsumsi
Sumber : Majalah Trubus
Dinding kolam berukuran 3 m x 4 m itu tampak kusam. Di dalamnya beberapa rooster atau rumah lobster kelihatan berserakan. Di sana, pada Januari 2006, Firman—sebut saja demikian—memanen 10 kg lobster konsumsi. Meski volume panen kecil, tapi teknik budidaya istimewa sehingga lama pembesaran lobster relatif singkat, sekitar 5 bulan.

Selama ini lobster yang dibesarkan dengan beragam teknologi waring dan EDU umumnya memakan waktu 7 bulan. Dengan memanfaatkan arus deras yang berkembang awal 2005 memberi harapan baru bagi peternak. Cara yang dipakai Cuncun Setiawan di Bintaro, Tangerang, itu membuat waktu panen maju 30 hari. Sayang, teknologi terbentur sumber air karena kolam sangat mengandalkan debit air yang besar.Kesuksesan Firman menyunat waktu pembesaran tidak mengandalkan teknologi maupun modifi kasi kolam budidaya. Pengelola bengkel motor di Sidoarjo, Jawa Timur, lebih menekankan pentingnya seleksi benih. Calon benih harus bongsor. Cirinya tubuh agak kekar dan sedikit lebih panjang. Benih seperti itu jelas sulit didapat. Dari setiap betina bertelur, hanya 10% saja yang terlihat bongsor setelah mencapai ukuran 5 cm.Tambah pakanPerawatan yang dilakukan Firman sama seperti umumnya peternak. Kualitas air dijaga dengan fi lterisasi. Pelet dan pakan alami seperti cacing tanah dan keong mas diberikan bergantian. Yang berbeda hanya dosis pemberian pakan. Jika selama ini jumlahnya berpatokan 1,5—2% dari bobot tubuh/hari, ayah 2 putra itu menaikkan hingga 5%. “Benih bongsor lebih rakus sehingga akan cepat besar,” ujar penggemar tenis itu.Wajar bila kemudian pertumbuhan red claw selama 2 bulan pertama melesat hingga mencapai ukuran sekitar 8 cm. Tiga bulan berikutnya panjang tubuh Cherax quadricarinatus itu 15 cm. Bobot rata-rata mencapai 100—110 g/ekor. “Bila ruang gerak cukup, lobster lebih cepat besar,” tutur Firman yang mengatur padat penebaran 8—10ekor/m2.Menurut pemilik Kayumanis Lobster Training Center di Bogor, Toni Kurniawan, pembesaran lobster supercepat itu sangat mungkin dilakukan. Bahkan waktu pembesaran bisa dipacu lebih singkat lagi hingga 4,5 bulan, bila seleksi benih lebih cermat. “Dampak pembesaran supercepat ini cukup besar, seperti mengurangi biaya operasional,” ujarnya.Kolam tanahMenurut FX Santoso, peternak di Surabaya, semua benih sebetulnya dapat dipaksa tumbuh cepat, terutama jika pembesaran dilakukan di kolam tanah berukuran besar di atas luasan 200 m2. “Cukup ditebar biasa saja, panen dapat dilakukan sekitar 6 bulan berikutnya,” ujar mantan kontraktor itu. Meski demikian banyak rambu-rambu yang perlu dipatuhi agar tujuan berhasil.Jenis struktur tanah kolam yang selama ini diabaikan peternak justru menjadi vital. Tanah berpasir, misalnya, berisiko karena menyebabkan air mudah hilang. Masalah lain juga timbul saat kolam dibangun di atas tanah yang terlalu liat. Tanah liat menghambat proses penyerapan kotoran secara alami. “Yang terbaik struktur tanah itu campuran lempung dan sedikit berlumpur,” ujar FX Santoso.Pemakaian plastik sebagai penahan agar air tidak merembes tidak disarankan. Pemakaian plastik membuat bagian tanah di bawahnya berembun. Selama plastik dijamin tidak bocor tidak ada masalah. Namun, kenyataan di lapangan capit lobster dengan mudah merobek plastik. Akibatnya kualitas air berubah karena tanah yang tertutup plastik menjadi asam. “Karena kebocoran itu, dari penebaran 14.000 benih pada November 2005, hanya dalam sebulan cuma tersisa 4.000 ekor, selebihnya mati,” ujar FX Santoso.Untuk menghindari kebocoran kolam, pemadatan tanah di awal pembangunan kolam mutlak dilakukan. Cara lain, dengan melapisi terpal tebal atau bahan lain yang tidak mungkin robek oleh capit lobster. “Supaya murah biayanya, dinding kolam dilapisi potongan bambu saja. Dasarnya tetap tanah yang dipadatkan,” ujar Riswan Rismawan, peternak di Bekasi Barat. Daerah dinginYang tidak banyak diketahui, pembesaran lobster dapat dilakukan di daerah bersuhu dingin sekitar 24—26°C. Dataran menengah di atas 600 m dpl seperti di Bogor dan Lawang, Malang, berpotensi menghasilkan ukuran konsumsi lebih cepat. “Benih yang kami tebar Januari lalu kini sudah berukuran 6— 7 cm dan lebih gemuk,” ujar Renca P Sanny, peternak di Gunungsari, Bogor.Jenis pakan juga sangat mempengaruhi cepat-lambatnya pertumbuhan lobster. Pemberian pakan pelet secara terus menerus membuat si capit merah tumbuh memanjang. Sebaliknya pemberian pakan alami membuat udang menjadi bongsor. “Meski tampak lebih kecil, lobster yang diberi pakan alami umumnya berbobot lebih berat,” ujar Juanda, peternak di Pondokgede, Bekasi.Menurut FX Santoso pembesaran lobster paling bagus menerapkan cara seperti pada budidaya udang windu. Kolam dipupuk dahulu agar sumber pakan alami melimpah. Ketersediaan oksigen terlarut diperbesar dengan pemakaian kincir air. Pemberian pakan dikontrol dengan memakai anco. “Minimal dalam setengah tahun sejak tebar 2 inci lobster sudah dapat dipanen dengan bobot rata-rata 90—100 g/ekor,” ujar alumnus Teknik Arsitektur Universitas Kristen Petra, Surabaya, itu.

Kamis, 17 Juli 2008

Budidaya Lobster Air Tawar

Budidaya Lobster Air Tawar
Bibit Lobster Konsumsi jantan siap tebar ukuran 5cm :untuk pengambilan 10 - 100 ekor , 101 - 300 ekor, 301 - 1000 ekor, 1001 – 5000 ekor , > 5000 ekor : harga mulai dari Rp 1500,- sampai dengan Rp 5000,-.
Bibit Lobster betina siap tebar ukuran 5cm :untuk pengambilan 10 - 100 ekor,101 - 300 ekor, 301 - 1000 ekor, 1001 – 5000 ekor , 5001- …….. ekor : harga mulai dari Rp 7000,- sampai dengan Rp 25000,-.
Lobster Indukan Ukuran Harga/Set (3 jantan dan 5 betina )10 cm / 4 inci Rp. 450.00012,5 cm / 5 inci Rp. 550.00015 cm / 6inci Rp. 850.000
Pakan lobsterPelet Rp 20.000 /kg sampai dengan Rp 25.000 /kg.
Harga disesuaikan dengan ukuran lat dan dapat berubah sewaktu-waktu kecuali ada kontrak harga / khusus member.
Pakan LOBSTER
Pakan Lobster tidak susah dicari. Lobster dapat hidup dengan makan beberapa jenis sayuran / umbi-umbian, tanaman air dan daging .
Untuk sayur bisa diberikan : toge, sawi, kangkung, singkong, ubi jalar, dll. Tanaman air bisa berupa : selada air, enceng gondok, dll.
Jika makanan tidak bisa tenggelam , cukup diseduh dengan air panas atau direbus sebentar untuk melayukannya. Untuk daging: usus ayam, keong mas, cacing tanah , cacing darah / bloodworm, cacing tubifex/ cacing sutera, udang, dll.
Selain itu makanan lobster bisa berupa pelet udang galah/ pelet udang windu.

Sabtu, 05 Juli 2008

Baby Lobster Peluang Usaha yang Berorientasi Ekspor


Oleh: Kaharuddin, Sidrap
Jika ingin mempunyai usaha tambahan sebagai penunjang kebutuhan sehari-hari, pembudidayaan lobster air tawar (baby lobster) bisa dijadikan alternatif pilihan. Slain biaya operasional dan investasinya murah, pendapatan dari beternak baby lobster cukup menjanjikan. Paling tidak dalam kurun waktu setahun, penghasilan akan bertambah Rp 2,8 juta hingga 15 juta per ulan.Menurut Kepala Suku Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Jakpus, Sigit Budihardjo, uang yang diinvestasikan untuk keperluan ini termasuk biaya operasional, akan kembali tidak sampai satu tahun. “Dijamin, tidak sampai setahun modal kembali,” tegasnya, usai membuka pelatihan tentang teknik dan tata cara pembudidayaan jenis udang besar bagi 20 petani ikan hias di wilayah Jakpus, pekan lalu.Kenapa murah? Karena modal awal bagi yang ingin memulai sebagai peternak baby lobster hanya Rp 4.150.000. Dana sebesar itu terbagi untuk membeli 3 set induk baby lobster Rp 1.500.000 setiap set terdiri dari 5 betina dan 3 jantan, rak akuarium 2 buah seharga Rp 1.000.000, aerator Rp 150.000 dan 6 buah akuarium ukuran tinggi 30 cm, lebar 50 cm dan panjang 90 cm Rp 1.500.000. Sementara itu biaya operasionalnya juga tidak mahal. Jika dikalkulasi, dalam setahunnya, paling tidak setiap peternak yang memiliki tiga set baby lobster hanya butuh dana Rp 3.709.500. Biaya terbesar adalah untuk membayar tenaga kerja, yakni Rp 2.000.000, sedangkan sisanya seperti listrik hanya Rp 420.000, biaya pakan Rp 100.000, penyusunan alat Rp 250.000, penyusunan induk Rp 300.000, dan obat-obatan Rp 500.000.“Saya katakan menjanjikan, karena keuntungan dan modal yang diinvestasikan selisihnya cukup besar. Apalagi, jika baby lobsternya baru dijual pada usia 1 tahun, nilai jualnya akan semakin tinggi. Dalam usia 1 tahun baby lobster bisa mencapai panjang 15 cm. Di luar negeri, harga per-kg ukuran 2,5-7 cm US$ 4, ukuran dewasa 10-13,5 cm US$ 20 dan ukuran 14-20 cm US$ 25. Sedangkan di pasar lokal Rp 175.000/kg,” papar Sigit Budihardjo.Lantas, jika ada yang ingin serius menekuni pembudidayaan baby lobster, bisa datang ke kantor Sudin Peternakan Jakpus di Jalan Tanah Abang I No. 1 gedung C lantai III atau bisa langsung menghubungi salah seorang peternak baby lobster yang sudah berhasil yakni Taufik Handoyo, yang untuk sementara ini masih tinggal di Solo, Jateng.“Kalau soal bibitnya, sudin tidak menyediakan. Hanya pada mereka yang menjadi peserta pelatihan yang akan diberi satu paket baby lobster yang terdiri dari 3 jantan dan 5 betina. Harga satu paketnya Rp 500.000,” tambah Sigit.Harus Serius Meski menjanjikan untung besar, Taufik Handoyo, peternak baby lobster yang juga datang sebagai nara sumber dalam pelatihan itu, menyatakan bahwa jika ingin berhasil seseorang harus mengerjakannya dengan serius, karena jika tidak jangan pernah berharap dapat meraih keuntungan. Karena yang gagal dalam menjalankan bisnis ini juga tidak sedikit. Kendati demikian, peluangnya untuk berhasil tetap besar dan cukup menjanjikan.“Sebenarnya beternak baby lobster itu cukup mudah, seperti memelihara ikan arwana dan ikan lainnya. Baby lobster cukup diletakkan dalam akuarium. Setiap sore diberi makan tiga butir pelet merah jenis super red. Jika sudah bertelur dan menetas, dipindahkan ke akuarium lainnya, karena jika tidak akan dimakan sendiri oleh induknya. Begitu seterusnya setelah berusia kira-kira 6 bulan baby lobster itu sudah bisa dijual, tetapi jika ingin mendapat hasil lebih banyak tunggu sampai berusia 1 tahun,” ujarnya.Untuk diketahui, permintaan dari luar negeri sekarang ini mulai membanjir. Korea, Hong Kong, Jepang, Prancis, Jerman, Belanda, Luxemburg dan Belgia, membutuhkan ribuan ton lobster setiap tahunnya. Tidak terpenuhinya permintaan negara-negara itu karena selama ini, para peternak udang besar lebih berorientasi untuk memenuhi permintaan pasar lobster hias. Padahal, yang namanya baby lobster itu selain enak untuk dipandang juga nikmat untuk disantap.



Copyright © Lobster Air Tawar 2008