Selasa, 06 Januari 2009

Budidaya Lobster Air TawarBerbeda dengan udang galah, lobster bisa dipasarkan baik sebagai udang konsumsi maupun sebagai hiasan akuarium. Itulah sebabnya prospek lobster jauh lebih terbuka dibandingkan dengan komoditas udang lainnya.Lobster ini dalam waktu singkat menjadi primadona karena bisa dikembangkan di kolam air tawar.

A. Pengenalan Jenis

Lobster umumnya ditangkap dari pantai. Nelayan pantai Baron, Yogyakarta dengan perahu kecil berenang dan menangkap lobster di antara karang-karang, kemudian dijual di pantai atau dikirim ke pemasok. Kini, lobster air tawar dapat dikembangkan di kolam pekarangan, sama seperti komoditas ikan air tawar lainnya.Lobster air tawar (Cherax sp.) adalah salah satu genus yang tergolong crustacea (bangsa udang) yang seluruh daur hidupnya terjadi di air tawar. Ukuran tubuhnya secara alami besar. Badannya terdiri dari dua bagian,yaitu kepala (cephalotorax) dan badan (abdomen). Ada bagian antaranya yaitu subcephalotorax. Seluruh tubuhnya diselimuti dengan cangkang yang dikenal sebagai karapas yang berbahan zat tanduk atau kitin.

Berdasarkan penyebarannya, terdapat tiga famili lobster air tawar sebagai berikut.a. Famili Astacidae, tersebar di belahan bumi utara.b. Famili Cambaridae, tersebar di belahan bumi utara.c. Famili Parastacidae, tersebar di belahan bumi selatan seperti Australia, Indonesia bagian Timur, Selandia Baru, dan Papua Nugini.

B. Kebiasaan Hidup di Alam

Habitat alami lobster adalah danau, rawa,dan sungai air tawar di daerah pegunungan. Selain itu, udang ini juga bersifat endemik karena terdapat spesifikasi pada spesies lobster air tawar yang ditemukan di habitat alam tertentu (native).

1. Kebiasaan makan

Hampir sama seperti udang galah, kebiasaan makan lobster air tawar adalah dengan menggerumuti pakan, sedangkan larvanya dengan menyaring pakan yang masuk bersama air ke mulutnya.Lobster akan mencari pakan pada malam hari karena tergolong binatang nockturnal. Pakan yang disukainya berupa biji-bijian, umbi­umbian dan bangkai hewan, maupun binatang kecil lainnya. Ikan ini tergolong pemakan segala (omnivora). Sering kali lobster bersifat kanibal terhadap sesamanya.

2. Kebiasaan berkembang biakLobster berkembang biak dengan cara bertelur.

Tahapan pemijahan d alam biasanya diawali dengan mencari pasangan, kemudian dilanjutkan dengan ritual percumbuan sebagai dan akhirnya memijah. Induk betina akan mengerami telurnya, kemudian dilanjutkan dengan pengasuhan benih hingga umur tertentu.Lobster umumnya memilih habitat yang memiliki vegetasi yang lebat. bertepi dangkal, dan dasarnya berpasir bercampur Lumpur. Udang ini hidup pada kisaran suhu 26-30 0C, tetapi ada juga jenis lobster yang mampu bertahan pada suhu 10O C.

C. Memilih Induk

Memilih induk lobster ibarat memilih sepasang pengantin yang hendak dipersandingkan di pelaminan. Masing-masing harus matang telur dan tidak boleh keliru menentukan jenis kelaminnya. Tidak boleh dua­-duanya jantan atau dua-duanya betina. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut.Ciri induk yang berkualitas

Betina
- Adanya lubang bulat yang terletak yang terletak di dasar kaki ketiga.
- Capit betina besarnya sama atau hanya 1,5 kali buku (ruas) pertama.
- Warna lebih gelap dibandingkan pasangannya.
- Umur 6-8 bulan.
- Berat mencapai 30 g.
- Panjang 18 – 20 cm

Jantan
- Memiliki tonjolan di dasar tangkai kaki jalan kelima.
- jantan memiliki capit yang besarnya 2-3 kali buku (ruas) pertama.
- Warna lebih cerah.
- Umur 6-8 bulan.
- Berat 30 g.
- Panjang 18-20 cm.

D. Pemijahan di Kolam

Tidak seperti pemijahan udang windu ataupun udang galah yang menggunakan teknik ablasi (pematangan gonade dengan membutakan udang), pemijahan lobster air tawar masih dilakukan secara alami. Oleh karenanya, keberhasilan pemijahan lobster ini sangat tergantung pada pemilihan induk, kualitas pakan yang diberikan, dan perlakuan lingkungan.

1. Konstruksi kolam
Kolam pemeliharaan calon induk yang hendak dipijahkan sebaiknya menggunakan bak semen, bak plastik, ataupun bak fibre. Hal ini untuk memudahkan pengontrolan. Namun, penggunaan kolam tanah juga tidak dilarang.
Bentuk bak semen atau bak fibre bisa persegi panjang, bulat, ataupun segi empat. Bak dilengkapi pintu pemasukan dan pembuangan air dan shelter (tempat berlindung). Induk jantan dan induk betina harus ditempatkan dalam kolam yang terpisah untuk mencegah terjadinya pemijahan yang tidak dikehendaki.
Selama dipelihara, calon induk diberi pakan udang segar, cacing halus pelet udang komersial, atau ubi jalar dengan kandungan protein 35-40 % Jumlah pakan yang diberikan 3% dari bobot badan hidup. Frekuensi pem berian pakan 3 kali sehari, pagi, Siang dan sore atau malam. Porsi pakan
yang diberikan pada malam hari lebih banyak karma lobster termasuk binatang nocturnal.


2. Persiapan kolam

Sebelum kolam diisi air, sebaiknya dipasang shelter yang bisa berupa ban mobil bekas, genteng, batako, pralon diameter 3 inci sepanjang 25 cn atau bahan lain yang tidak berbahaya bagi calon induk. Kemudian kolam diisi air dan calon induk dilepaskan. Kepadatan penebaran calon induk
tergantung dari besarnya calon induk yang dipersiapkan. Adapun untuk contohnya dapat dilihat dibawah ini

KEPADATAN PENEBARAN BERDASARKAN BERAT INDUK
1. Berat Calon Induk Rata-rata/Ekor (15 g/ekor)
Kepadatan Penebaran (10ekor/m2)
2. Berat Calon Induk Rata-rata/Ekor (20 g/ekor)
Kepadatan Penebaran (5 ekor/m2)
3. Berat Calon Induk Rata-rata/Ekor (30 g/ekor)
Kepadatan Penebaran ( 1 - 2 ekor/m2)



3. Pemijahan

Pemijahan lobster air tawar masih dilaksanakan secara alami sehingga pemilik hanya menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh induk¬induk lobster. Sementara keberhasilan pemijahan sangat tergantung dari 'kemauan' induk-induk tersebut untuk memijah.
Pemijahan alami ini dapat dilaksanakan dengan dua jalan, yaitu pasangan dan massal. Pemijahan secara berpasangan dapat dilakukan di akuarium berukuran panjang 50 cm, lebar 40 cm dan tinggi 30 cm. Sementara pemijahan secara massal dapat dilaksanakan di bak semen atau bak fibre dengan berukuran 2 m X I M X 1 m atau 6 m x 2 m x I M.
Kepadatan penebaran untuk pemijahan massal yaitu 3 ekor jantan dengan 1 ekor betina untuk setiap 4 m2 bak. Adapun di akuarium seekor jantan dengan seekor betina untuk setiap akuarium. Jangan lupa menam-bahkan aerator ke dalam akuarium.
Jika tidak ada halangan maka induk akan segera memijah dengan ritual pemijahan khan lobster. Induk betina yang telah kawin akan membawa telurnya di antara kaki-kaki renangnya dan merawat benihnya sampai umur tertentu.

E. Penetasan Telur dan Perawatan Benih

Penetasan telur yang dibawa induk betina bisa tetap dilakukan di akuarium dengan memindahkan induk jantan ke lain tempat. Sementara untuk lobster yang dikawinkan secara massal, harus dilakukan sebaliknya yaitu memindahkan lobster betina yang mengerami telurnya ke dalam akuarium atau bak penetasan khusus.
Bak penetasan yang dimaksudkan bisa berupa akuarium ukuran
4o cm x 3o cm x 3o cm. Bak penentasan juga bisa berupa bak fibre yang disekat-sekat yang dipersiapkan secara khusus untuk penetasan, seukuran 3o cm x 3o cm x 30 cm. Bisa juga induk-induk betina yang mengeram ditempatkan bersama-sama di dalam bak fibre bulat dengan diameter 1 meter.
Setelah 8-15 hari sejak pemindahan induk-induk yang mengeram. maka juvenil lobster sudah memiliki bentuk yang mirip dengan induk¬induknya. Oleh karena itu, saatnya untuk memindahkan benih ini ke kolam yang terpisah dari induknya.




F. Pendederan dan Pembesaran

Dalam kegiatan pendederan dan pembesaran, biasanya dapat menggunakan kolam yang sama. Persiapan kolam yang dilakukan juga sama.


1. Konstruksi kolam

Untuk pembesaran lobster air tawar, sebaliknya dipersiapkan kolam tanah berbentuk persegi panjang. Kolam dilengkapi dengan pintu pemasukan dan pengeluaran air yang terletak berseberangan secara horizontal untuk menjamin sirkulasi air.
Kolam pembesaran lobster ini banyak dibuat petani di daerah Jawa Barat maupun daerah lainnya. Mereka mempersiapkan kolam seperti untuk pendederan ikan mas dengan cara memupuk kolam dengan kotorar ayam terlebih dahulu.


2. Persiapan kolam

Kolam pembesaran harus dipersiapkan dahulu sebelum benih lobster dimasukkan. Persiapan kolam biasanya meliputi perbaikan pematang kolam dan kemalir (saluran tengah) untuk mempermudah proses panen.
Kolam untuk pembesaran lobster tidak perlu terlalu luas, sesuai
dengan lahan yang tersedia. Luas kolam bisa 100 m2 , 2500 m , atau 600 m2. Ke dalam kolam ditebari pupuk kandang dengan dosis 0,5-1,5 kg/m2. Selain itu, kolam diisi air sedalam antara 40-70 cm agar pakan alami sebagai makanan lobster dapat tumbuh.
Daun kelapa dimasukkan ke dalam kolam pembesaran sebagai shelter. Tujuannya untuk mengurangi intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam kolam karena lobster termasuk binatang yang menjauhi sinar matahari (nockturnal). Shelter ini bisa juga berupa ban luar bekas mobil. Lobster juga mempunyai kebiasaan menempel di substrat dalam mencari pakan sehingga penempatan shelter ini sangat cocok.


3. Penebaran benih

Benih yang ditebarkan berumur 8-15 hari dengan kepadatan 20-30 ekor/m2 luas kolam. Di tempat pembesaran diusahakan ukuran benih yang ditebarkannya seragam untuk mencegah sifat kanibalisme. Pemeliharaan pertama selama 2 bulan. Selanjutnya, pemeliharaan
dilakukan selama 4 bulan untuk memperoleh lobster ukuran ekonomis 20-30 g/ekor.
Saran
Membesarkan lobster akan mengundang tangan-tangan jahil untuk berbuat jahat karena komoditas ini bernilai ekonomis tinggi. Beberapa petani membesarkannya secara monokultur di antara kolam-kolam lain yang dipakai untuk membesarkan ikan sehingga tidak terlalu menyolok. Langkah lainnya adalah mernelihara udang lobster ini secara polikultur, bersama-sama ikan lain dalam satu petakan kolam yang sama. Tentu harus dipilih ikan yang tidak memangsa benih udang galah, misalnya bersama-sama dengan ikan mas atau ikan tawes.
Prev: Global Fish Center 2009

Kamis, 06 November 2008

PELUANG USAHA LOBSTER AIR TAWAR





Bila Anda sudah bosen dengan budidaya jenis ikan-ikanan darat, mungkin cobalah budidaya yang satu ini. Sering salah kaprah kalau jenis binatang ini hanya hidup di lautan, ternyata ada pula yang hidup di perairan darat. Nah, dari sekian banyak jenis lobster air tawar yang ada, yang paling layak dan mudah untuk dibudidayakan adalah yang berjenis cherax quadricarinatus atau biasa disebut red claw. Selain dagingnya cukup banyak (dan lezat tentunya), juga mudah dalam pemeliharaannya. Bahkan gizi yang dikandung si lobster ini lebih baik dan non kolesterol.
Unsur mudah dalam pemeliharaan ini sangat penting ditekankan, mengingat tidak hanya berkaitan dengan biaya operasional yang harus reasonable, tapi juga masalah fleksibilitas tempat pengembangbiakan. Bagi yang punya keterbatasan lahan, budidaya lobster ini bisa juga dilakukan di bak-bak artifisial semacam wadding pool anak-anak, box stereofom, hingga talang air.
Secara umum, budidaya lobster air tawar (kita singkat aja dengan LAT) dibagi dalam dua jenis, yaitu pembibitan dan pembesaran. Kalau pembibitan lebih mengarah kepada produksi bibit yang dijual untuk pembesaran, sedangkan pembesaran lebih mengarah kepada usaha pembesaran bibit-bibit LAT hingga pada ukuran yang dianggap layak untuk dikonsumsi. Namun bisa pula antara proses pembibitan dan pembesaran dijadikan satu.
Modal awalnya adalah Anda harus memiliki beberapa sepasang indukan. Dengan memiliki indukan yang sehat dan memenuhi protap (prosedur tetap), proses pembibitan akan lebih baik. Meski terkesan mudah dalam proses beternak LAT, namun saya sarankan untuk mengikuti pelatihan beternak hewan cantik ini. Selain bisa langsung paham dengan praktek, biasanya bisa berguru langsung kepada peternak yang sudah mapan. Bintaro Fish Center yang dimiliki oleh Ir. CunCun Setiawan merupakan salah satu tempat latihan beternak LAT yang layak direkomendasikan.
Masalah harga pasar, sebenarnya cukup menjanjikan. Namun karena pangsa pasarnya masih belum mature, maka seringkali harga pasar tidak bisa dijadikan patokan. Tapi secara ekonomis budidaya ini cukup menjanjikan. Permintaan atas LAT ini tiap tahun semakin meningkat, terutama untuk daerah Jabodetabek dan pangsa pasar ekspor. Untuk lebih jelasnya, bisa Anda lihat di http://www.lobsterairtawar.com/ atau http://www.lobsterkingsfarm.com/. Lebih enaknya lagi tinggal Anda buka google dan ketikkan lobster air tawar.

Peluang Bisnis Lobster Air Tawar

Salam

BAGI YANG BERMINAT DGN PELUANG BISNIS LOBSTER AIR TAWAR
Menyediakan Lobster dan mengajak menjalin kerjasama.
Menyediakan Lobster Air Tawar dengan berbagai Ukuran (Hasil Pembesaran sendiri) :

v 1" Rp 1500/ekor
v 4" Rp 300rb/set
v 5" Rp 500rb/set
v 3,5" Rp 225rb/set
v 3" Rp175rb/set

Hubungi Bpk Kaharuddin 081342663856 atau 085696817723


Salam sukses . . .

PELUANG USAHA: Lobster Air Tawar Peluang usaha yang satu ini masih memiliki peluang pasar yang sangat luas.Pada saat ini dirasakan peternak Lobster Air Tawar (LAT) cukup kerepotandalam memenuhi permintaan pasar, baik itu untuk restoran maupunpabrik-pabrik pengalengan makanan olahan.Ada beberapa jenis usaha yang dapat digeluti oleh pengusaha/peternak LATini.Seperti usaha pembenihan, penyediaan indukan , dan pembesaran LAT.Lobster ini sementara ini dipasarkan dengan harga sekitar Rp. 250.000 perkilogramdengan ukuran 6"-8". Tentu saja sesudah jadi masakan harganya berlipatdua/tiga.Untuk pembenihan, LAT ukuran 2" dari perternak rata-rata dijual antara Rp.2000-3000/ekor tergantung kuantitas pembelian dan kualitas dari benih.tertarik untuk terjun ke bidang usaha ini? Untuk mempelajari lebih jauh,anda bisa bergabung dengan komunitas LAT Sidrap di www.bisnislatsidrap.blogspot.com


Jalan Tol Cetak Lobster Konsumsi
Sumber : Majalah Trubus
Dinding kolam berukuran 3 m x 4 m itu tampak kusam. Di dalamnya beberapa rooster atau rumah lobster kelihatan berserakan. Di sana, pada Januari 2006, Firman—sebut saja demikian—memanen 10 kg lobster konsumsi. Meski volume panen kecil, tapi teknik budidaya istimewa sehingga lama pembesaran lobster relatif singkat, sekitar 5 bulan.

Selama ini lobster yang dibesarkan dengan beragam teknologi waring dan EDU umumnya memakan waktu 7 bulan. Dengan memanfaatkan arus deras yang berkembang awal 2005 memberi harapan baru bagi peternak. Cara yang dipakai Cuncun Setiawan di Bintaro, Tangerang, itu membuat waktu panen maju 30 hari. Sayang, teknologi terbentur sumber air karena kolam sangat mengandalkan debit air yang besar.Kesuksesan Firman menyunat waktu pembesaran tidak mengandalkan teknologi maupun modifi kasi kolam budidaya. Pengelola bengkel motor di Sidoarjo, Jawa Timur, lebih menekankan pentingnya seleksi benih. Calon benih harus bongsor. Cirinya tubuh agak kekar dan sedikit lebih panjang. Benih seperti itu jelas sulit didapat. Dari setiap betina bertelur, hanya 10% saja yang terlihat bongsor setelah mencapai ukuran 5 cm.Tambah pakanPerawatan yang dilakukan Firman sama seperti umumnya peternak. Kualitas air dijaga dengan fi lterisasi. Pelet dan pakan alami seperti cacing tanah dan keong mas diberikan bergantian. Yang berbeda hanya dosis pemberian pakan. Jika selama ini jumlahnya berpatokan 1,5—2% dari bobot tubuh/hari, ayah 2 putra itu menaikkan hingga 5%. “Benih bongsor lebih rakus sehingga akan cepat besar,” ujar penggemar tenis itu.Wajar bila kemudian pertumbuhan red claw selama 2 bulan pertama melesat hingga mencapai ukuran sekitar 8 cm. Tiga bulan berikutnya panjang tubuh Cherax quadricarinatus itu 15 cm. Bobot rata-rata mencapai 100—110 g/ekor. “Bila ruang gerak cukup, lobster lebih cepat besar,” tutur Firman yang mengatur padat penebaran 8—10ekor/m2.Menurut pemilik Kayumanis Lobster Training Center di Bogor, Toni Kurniawan, pembesaran lobster supercepat itu sangat mungkin dilakukan. Bahkan waktu pembesaran bisa dipacu lebih singkat lagi hingga 4,5 bulan, bila seleksi benih lebih cermat. “Dampak pembesaran supercepat ini cukup besar, seperti mengurangi biaya operasional,” ujarnya.Kolam tanahMenurut FX Santoso, peternak di Surabaya, semua benih sebetulnya dapat dipaksa tumbuh cepat, terutama jika pembesaran dilakukan di kolam tanah berukuran besar di atas luasan 200 m2. “Cukup ditebar biasa saja, panen dapat dilakukan sekitar 6 bulan berikutnya,” ujar mantan kontraktor itu. Meski demikian banyak rambu-rambu yang perlu dipatuhi agar tujuan berhasil.Jenis struktur tanah kolam yang selama ini diabaikan peternak justru menjadi vital. Tanah berpasir, misalnya, berisiko karena menyebabkan air mudah hilang. Masalah lain juga timbul saat kolam dibangun di atas tanah yang terlalu liat. Tanah liat menghambat proses penyerapan kotoran secara alami. “Yang terbaik struktur tanah itu campuran lempung dan sedikit berlumpur,” ujar FX Santoso.Pemakaian plastik sebagai penahan agar air tidak merembes tidak disarankan. Pemakaian plastik membuat bagian tanah di bawahnya berembun. Selama plastik dijamin tidak bocor tidak ada masalah. Namun, kenyataan di lapangan capit lobster dengan mudah merobek plastik. Akibatnya kualitas air berubah karena tanah yang tertutup plastik menjadi asam. “Karena kebocoran itu, dari penebaran 14.000 benih pada November 2005, hanya dalam sebulan cuma tersisa 4.000 ekor, selebihnya mati,” ujar FX Santoso.Untuk menghindari kebocoran kolam, pemadatan tanah di awal pembangunan kolam mutlak dilakukan. Cara lain, dengan melapisi terpal tebal atau bahan lain yang tidak mungkin robek oleh capit lobster. “Supaya murah biayanya, dinding kolam dilapisi potongan bambu saja. Dasarnya tetap tanah yang dipadatkan,” ujar Riswan Rismawan, peternak di Bekasi Barat. Daerah dinginYang tidak banyak diketahui, pembesaran lobster dapat dilakukan di daerah bersuhu dingin sekitar 24—26°C. Dataran menengah di atas 600 m dpl seperti di Bogor dan Lawang, Malang, berpotensi menghasilkan ukuran konsumsi lebih cepat. “Benih yang kami tebar Januari lalu kini sudah berukuran 6— 7 cm dan lebih gemuk,” ujar Renca P Sanny, peternak di Gunungsari, Bogor.Jenis pakan juga sangat mempengaruhi cepat-lambatnya pertumbuhan lobster. Pemberian pakan pelet secara terus menerus membuat si capit merah tumbuh memanjang. Sebaliknya pemberian pakan alami membuat udang menjadi bongsor. “Meski tampak lebih kecil, lobster yang diberi pakan alami umumnya berbobot lebih berat,” ujar Juanda, peternak di Pondokgede, Bekasi.Menurut FX Santoso pembesaran lobster paling bagus menerapkan cara seperti pada budidaya udang windu. Kolam dipupuk dahulu agar sumber pakan alami melimpah. Ketersediaan oksigen terlarut diperbesar dengan pemakaian kincir air. Pemberian pakan dikontrol dengan memakai anco. “Minimal dalam setengah tahun sejak tebar 2 inci lobster sudah dapat dipanen dengan bobot rata-rata 90—100 g/ekor,” ujar alumnus Teknik Arsitektur Universitas Kristen Petra, Surabaya, itu.

Kamis, 17 Juli 2008

Budidaya Lobster Air Tawar

Budidaya Lobster Air Tawar
Bibit Lobster Konsumsi jantan siap tebar ukuran 5cm :untuk pengambilan 10 - 100 ekor , 101 - 300 ekor, 301 - 1000 ekor, 1001 – 5000 ekor , > 5000 ekor : harga mulai dari Rp 1500,- sampai dengan Rp 5000,-.
Bibit Lobster betina siap tebar ukuran 5cm :untuk pengambilan 10 - 100 ekor,101 - 300 ekor, 301 - 1000 ekor, 1001 – 5000 ekor , 5001- …….. ekor : harga mulai dari Rp 7000,- sampai dengan Rp 25000,-.
Lobster Indukan Ukuran Harga/Set (3 jantan dan 5 betina )10 cm / 4 inci Rp. 450.00012,5 cm / 5 inci Rp. 550.00015 cm / 6inci Rp. 850.000
Pakan lobsterPelet Rp 20.000 /kg sampai dengan Rp 25.000 /kg.
Harga disesuaikan dengan ukuran lat dan dapat berubah sewaktu-waktu kecuali ada kontrak harga / khusus member.
Pakan LOBSTER
Pakan Lobster tidak susah dicari. Lobster dapat hidup dengan makan beberapa jenis sayuran / umbi-umbian, tanaman air dan daging .
Untuk sayur bisa diberikan : toge, sawi, kangkung, singkong, ubi jalar, dll. Tanaman air bisa berupa : selada air, enceng gondok, dll.
Jika makanan tidak bisa tenggelam , cukup diseduh dengan air panas atau direbus sebentar untuk melayukannya. Untuk daging: usus ayam, keong mas, cacing tanah , cacing darah / bloodworm, cacing tubifex/ cacing sutera, udang, dll.
Selain itu makanan lobster bisa berupa pelet udang galah/ pelet udang windu.